Kemenkes Tetapkan Penyakit Difteri KLB Pemkab Deliserdang Tingkatkan Kewaspadaan

Deliserdamg ( Journal Monitor )

Pasca Kementrian Kesehatan Republik Indonesia menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB)  penyakit difeteri, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang meningkatkan kewaspadaan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Deliserdang dr Ade Budi Krista melalui Kepala Bidang Informasi Publik Dinas Komunikasi Dan Informasi Kabupaten Deliserdang Muhammad Ari Mulyawan pada wartawan Kamis (14/12) menyebutkan Dinas Kesehatan Kabupaten Deliserdang telah menerima surat edaran dari Seketaris Daerah Provinsi Sumatera Utara No.440/2017 tanggal 11 Agustus 2017 tentang Surat Kewaspadaan terhadap difteri di Sumatera Utara. “Telah dinyatakan KLB difteri untuk DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten,Jawa Timur. KLB adalah situasi peningkatan kasus bukan kejadian wabah. Untuk Kabupaten Deliserdang sampai saat ini tidak terjadi kasus difteri," sebut Ari.
Ari pun menerangkan meski pun sampai saat ini di Kabupaten Deliserdang tidak terjadi kasus difteri, namun karena penyakit difteri adalah penyakit menular maka Pemkab Deliserdang melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Deliserdang meningkatkan kewaspadaan. “Dinas Kesehatan Kabupaten Deliserdang mengintruksikan kepada semua Pukesmas dan jajaran agar meningkatkan kewaspadaan terhadap timbulnya penyakit difteri dan melaporkan secara berjenjang. Melakukan imunisasi sesuai dengan jadwal Posyandu sehingga cakupan imunisasi tercapai, capaian imunisasi Difteri Pertusis Tetanus (DPT) sampai bulan November 2017 diatas 90 persen," ujar Ari.
Selain itu menurut Ari, Dinas Kesehatan Kabupaten Deliserdang meningkatkan koordinasi sektor terkait. “Dinas Kesehatan Kabupaten Deliserdang memerintahkan seluruh rumah sakit pemerintah mau pun swasta agar segera melaporkan bila ada kasus didiga difteri ke Dinas Kesehatan Kabupaten Deliserdang," bilang Ari.
Direktur RSUD Deliserdang dr Hanif Fakhry Sp KJ menegaskan hingga saat ini RSUD Deliserdang belum ada menerima pasien difteri. “Kita belum ada menerima pasien difteri meski pun begitu kita tetap waspada. Kita sudah menerima sudar edaran terkait penyakit difteri. Dari gejala sudah dapat diketahui apakah pasien menderita difteri tapi lebih pasti dari pemeriksaan laboratorium," pungkas Hanif.( Hs )