Terkait Dana BOS, Penjual Jamu Berjualan Saat Jam Belajar, Guru Tidak Masuk Dinas Pendidikan Berjanji Periksa Kasek SDN 101816


DELI SERDANG ( Journal Monitor )

Kepala Sekolah (Kasek) SDN 101816 Helen Nainggolan, bakal diperiksa Dinas Pendidikan Deli Serdang. Pemeriksaan ini terkait adanya pemberitaan Dana BOS yang diduga tidak digunakan secara efektif karena masih ada kelas yang tidak memiliki jendela, atap bocor, lantai pecah, bak air bocor, perpustakaan berubah fungsi menjadi gudang, pedagang jamu berjualan saat jam belajar, guru berjualan di kelas, wali kelas tidak masuk saat pembagian rapot murid, hingga guru yang tidak masuk sejak 9 April 2018 lalu karena program bayi tabung.

Kepala Sub Bagian Umum Dinas Pendidikan Deli Serdang, Hanafi, ketika dikonfirmasi  wartawan diruang kerjanya, kemarin  (23/4) mengakui hingga kini Kepala Sekolah Helen Nainggolan belum diperiksa meskipun Kepala Dinas Pendidikan Wastiana Harahap berjanji akan memeriksanya saat dikonfirmasi di Cadika Lubuk Pakam pada pelaksanaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) pekan lalu. "Secepatnya akan kita mintai keterangan dengan adanya pemberitaan ini. Dana BOS itu digunakan untuk rehab kecil seperti penggantian 10 atap seng, perbaikan asbes, pembelian jendela, pintu, bayar gaji guru honor. Ada 11 item kegunaan Dana BOS sesuai petunjuk teknis (juknis)," sebutnya.
Pantauan kru koran ini di Dinas Pendidikan Deli Serdang, tampak Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Pancur Batu Sadarta Sembiring mondar-mandir di Kantor Dinas Pendidikan. Sadarta terlihat sibuk berjalan kesana-kesini untuk menjumpai pejabat di Dinas Pendidikan Deli Serdang. Menjelang sore, Sadarta Sembiring meninggalkan Kantor Dinas Pendidikan. Ketika dikonfirmasi via selularnya ada informasi jika Dana BOS diduga digunakan Kasek Helen Nainggolan untuk membayar hutang pribadinya, Sadarta Sembiring enggan menjawabnya. "Silahkan datang ke kantor saya, tidak enak konfirmasi via telefon karena saya lagi di Jalan menuju Pancur Batu. Laporan Dana BOS setahu saya tidak pernah ada masalah," jawabnya.


Sedangkan Kasek SDN 101816 Helen Nainggolan ketika dikonfirmasi terkait Dana BOS yang menurut kabar diduga digunakan untuk membayar hutang pribadinya, Helen Nainggolan tidak mau menjawab. Begitu juga sms yang dikirim belum ada ada balasan meskipun terkirim.
Informasi lain diperoleh, adanya pemberitaan di media cetak memmbuat Helen Nainggolan gusar saat masuk ke sekolah. Namun untuk meyakinkan Kasek yang sudah menjabat empat tahun lebih itu, seorang guru yang diketahui bernama Dina H Simanjuntak meyakinkan Helen Nainggolan agar tenang karena oknum wartawan bisa disogok Rp 20 ribu dan tidak takut kalau dipanggil Dinas Pendidikan Deli Serdang. Dina H Simanjuntak wajar saja menenangkan Kasek karena menurut Informasi Dina H Simanjuntak pernah tidak masuk saat pembagian rapot murid padahal Dina H Siamanjuntak merupakan wali kelas. Ketika sejumlah guru melakukan protes, Kasek Helen Nainggolan tidak berani menegur atau mengambil tindakan terhadap Dina H Simanjuntak. (kbn)