Persiapan Angkutan Lebaran 1439 H Tim Gabungan Test Urine Dan Periksa Kendaraan

DELI SERDANG  ( Journal Monitor )
Tim gabungan personil Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Deliserdang, Dinas Perhubungan Deliserdang, Sat Lantas Polres Deliserdang, Sat Pol PP Deliserdang, PT.Jasa Raharja, Dinas Kesehatan melaksanakan test urine dan pemeriksaan kendaraan di Terminal Lubuk Pakam pada Selasa (5/6).

Test urine dan pemeriksaan kendaraan ini langsung dipimpin Seketaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Deliserdang Darwin Zein didampingi  Kepala Balai Pengelolaan Transportasi Darat Wilayah II Provinisi Sumatera Utara Sri Hardianto, Kepala Dinas Perhubungan Deliserdang Jannes Manurung.

Saat razia berlangsung, petugas mengarahkan bus dan angkutan kota masuk kedalam Terminal Lubuk Pakam. Di dalam terminal, petugas memeriksa surat- surat kendaraan, lampu, wipper, speddometer, rem dan spalling. Sementara supir dan penumpang yang dicurigai dilakukan test urine dan pemeriksaan kesehatan.

Sekdakab Deliserdang Darwin Zein mengatakan kegiatan hari ini adalah test urine, pengecekan serta pemeriksaan kesiapan dan kelengkapan kendaraan. "hari ini kita test urine dan cek kesiapan dan kelengkapan kendaaran," kata Darwin Zein.

Kepala Dinas Perhubungan Deliserdang Jannes Manurung menerangkan dalam pemeriksaan kendaraan ini pihaknya bekerjasama dengan Balai Kementrian Perhubungan, Dinas Perhubungan Sumatera Utata, BNNK Deliserdang, Sat Lantas Polres Deliserdang dan Sat Pol PP Deliserdang. "kendaraan yang tidak laik jalan tidak diizinkan melanjutkan perjalanan dan akan diuji lebih dahulu di Balai Dinas Perhubungan Deliserdang," kata Jannes Manurung.

Sementara bagi supir yang hasil test urinenya positif, lanjut Jannes Manurung tidak akan diizinkan melanjutkan perjalanan. "supir yang positif narkona tidak akan diberangkatkan dan akan digantikan supir lain. Untuk uji emesi belum dapat dilakukan, kita hanya melakukan pemeriksaan manual," ujar Jannes Manurung.

Kepala Balai Pengelolaan Transportasi Darat Wilayah II Provinisi Sumatera Utara Sri Hardianto mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan di Terminal Lubuk Pakam ini. "Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini untuk keselamatan kendaraan dan penumpang. Kegiatan seperti ini juga dilaksanakan di terminal lain di Sumatera Utara," ujar Sri Hardianto.
Untuk mengatasi kemacetan selama arus mudik dan balik pihaknya sudah melaksanakan rapat koordinasi dengan Dirlantas Polda Sumatera Utara. "Terkait penggunaan fungsional jalan tol akan koordinasi dengan Kementrian PUPR," ungkapnya.

* Tujuh Orang Positif, Dua Kabur

Saat test urine,  petugas BNNK Deliserdang melakukan test urine kepada 100 orang terdiri dari supir dan penumpang. Dari hasil test urine, 7 orang terdiri dari supir dan penumpang yang hasil test urinenya positif yaitu Andi Miharja  (31) supir Sandhra Prima  warga Desa Bandar Solok, Tebing Tinggi, Manaek Harahap (30) penumpang bus Chandra tujuan Kota Pinang warga Desa Batang Baruar, Kecamatan Gunung Tua,Tapanuli Selatan, Gokkon Harahap warga Desa Barumun, Kecamatan Hadonngaran, Andre Saputra penumpang bus Makmur dari Kandis yang akan pulang ke Polonia, Medan, Haris warga Tembung, Kampung Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan, Bambang Herianto (38) warga Jalan Bunga Raya, Gang Bersama II Lingkungan VI, Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang, Medan dan Paisal Amri (36) warga Dusun VII, Kotasan, Galang.

Namun Bambang Herianto dan Paisal Amri berhasil kabur dan meninggalkan Terminal Lubuk Pakam. Mengetahui ada dua orang yang kabur, petugas pun berusaha mencari Bambang Herianto dan Paisal Amri. Namun usaha petugas tidak membuahkan hasil.

Kepala BNN Kabupaten Deliserdang AKBP Joko Susilo yang dikonfirmasi terkait adanya dua orang yang berhasil kabur saat pemeriksaan test urine di Terminal Lubuk Pakam mengaku belum mengetahui hal tersebut. "Memang ada yang kabur ya, saya akan cek dulu. Saya masih ada kegiatan di Namorambe," kata Joko Susilo.

Dirinya pun menegaskan pihaknya akan mencari dua orang yang kabur tersebut. "Jika memang ada yang kabur maka akan kami cari," jawab Joko Susilo.

Andi Miharja salah seorang supir yang hasil test urinenya positif mengaku jika dirinya terakhir menghisap ganja pada tiga atau empat bulan yang lalu. "Aku sudah tujuh bulan menghisap ganja terakhir aku menghisap ganja pada tiga atau empat bulan lalu. Aku sudah tujuh bulan jadi supir," sebut ayah anak tiga ini.

Sedangkan Manaek Harahap  mengaku jika dirinya terakhir menggunakan sabu sekira sebulan lalu. "Terakhir aku isap sabu sebulan lalu, aku mau pulang ke Bagan Batu," ujar Manaek yang mengaku baru menikah.

Sementara informasi lain diperoleh, kelima orang yang lainnya yang hasilnya positif di rehabilitasi masing- masing empat orang di Loka Rehabilitasi BNN Deliserdang dan satu orang RSUD Deliserdang. Selain melakukan test uring, tim gabungan juga melaksanakan pemeriksaan kesehatan terhadap 42 orang supir dan penumpang pemeriksaan kendaraan terhadap 12 bus. ( Kbl )