DINAS LINGKUNGAN HIDUP KOTA BATAM HANYA DIAM MELIHAT TUMPUKAN LIMBAH B3.


Journalmonitor.net,Batam Saat RDP dii gelar Selasa 8/10/2018 mengenai penumpukan limbah yang sudah sepulh tahun dari 2008 – 2018 di Kawasan Kabil ( KLPI ) , pihak anggota DPRD Kota Batam komisi 3 dihadiri, Eki Kurniawan, Sugito, Amintas dan Nono Hadisiswanto, serta sejumlah Kabid dari DLH Batam, serta sejumlah Anggota ASPEL B3 Batam.

Anggota DPRD Kota Batam menyampaikan penanganan limbah pihak perusahaan harus mengikuti aturan yang sudah ada .

“Anggota DPRD kota Batam komisi 3 Nono Hadisiswanto dengan tegas menyampaikan kepada pihak perusahaan untuk cepat menangani lmbah B3 ini segera dengan waktu sesingkat singkatnya di kirim ke Cilincing dan melakukan cleaning tegasnya.



Saya siap mengawal dan membantu perusahaan untuk lebih cepatnya limbah B3 ini di kirim ke Cilicing tuturnya.

Tidak ada gunanya saling lempar tanggung jawab mengenai masalah ini Pihak DLH dan yang lainya seperti yang kita tau pihak penghasil limbah bayar untuk penanganan limbah B3 ini tapi sampai saat ini limbah tidak di angkat uangnya di kemanakan.” ungkapnya.

Amintas Tambunan menyampaikan untuk pihak perusahaan PT.Haiki Green tidak sendiri menanggung masalah ini , meminta kepada ketua untuk menghadirkan penghasil limbah juga seperti apa kontrak kerjanya. ‘ tuturnya .

Pihak PT Haiki Green , Ahua dan Leni, memohon untuk sisa 15 ribu ton limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang masih menumpuk di Kawasan Pengelolaan Limbah Industri (KPLI) B3 Kabil. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam dan BP. meminta waktu menyelesaikan pengolahan limbah karbit tersebut untuk diolah sebagai campuran pembuatan batako. Pintanya.

” Dimana izin pemanfaatan dari Kementerian Lingkungan Hidup telah dikantongi sejak tahun 2016 lalu, dengan waktu 5 tahun.

” Kepala Kantor Air dan Limbah BP Batam, Binsar mengatakan pihaknya masih menunggu hasil RDP berikutnya, karena pihak penghasil limbah sudah punya skedule untuk penyelesaian maka “Kita berikan waktu dulu, silahkan penyelesaiannya,” tuturnya.

“Pimpinan RDP yang juga Ketua Komisi III DPRD Batam, Nyanyang Haris Pratamura dalam kesimpulan merekomendasikan tiga hal.

Pertama merekomendasikan limbah B3 tersebut di clean up dengan time schedule yang jelas, kemudian menjadwalkan ulang RDP dengan menghadirkan penghasil limbah tersebut.

“Sama-sama kita carikan solusi, hari ini berkembang tiga hal yakni clean up, prime time dan melakukan RDP ulang dengan menghadirkan penghasil, limbah B3 ” Tandasnya, (tim)