BP Batam Belum Dapat Memberikan Solusi Terkait Lahan Yang Sudah Dijadikan Kavling

BP BATAM BELUM DAPAT MEMBERIKAN SOLUSI TERKAIT  LAHAN YANG SUDAH DI JADIKAN KAVLING .

Jurnalmonitor.net Batam lokasi/lahan dikota Batam yang termasuk kawasan hutan lindung (HL) sudah menjadi kavling di kelolah oleh beberapa perusahaan di berbagai titik di kota Batam dan hal ini tidak yang baru lagi terjadi semenjak beberapa tahun yang lalu,

Sementara lahan kavling tersebut sudah banyak terjual kepada konsumen yang mayoritas perekonomian menengah kebawah,dan kini nasib lahan yang sudah menjadi kavling siap bangun (ksb) belum ada solusi dari pihak instansi terkait sementara masyarakat kota Batam yang tinggalnya dirumah liar (Ruli) yang telah membeli kavling tersebut sangat berharap terhadap pemerintah kebijakan pemerintah kota Batam agar memberikan solusi terkait penyelesaian tentang legalitas kavling yang di beli mereka dari perusahaan/pengembang.

Salah satu warga yang berprofesi sebagai kuli pasir menuturkan keluhannya kepada media ini Jum'at 12/07/2019,yang namanya enggan disebutkan,

saya sudah mati Matian pak mengumpulkan uang  selama dua tahun untuk berharap dapat memiliki tanah kavling buat tempat tinggal agar saya dan keluarga tidak di Ruli lagi karena saya tau kalau BP BATAM tidak lagi memberikan kavling bila mana Ruli kami digusur, dengan nada lesu,

Masih kata Dia, kalau saya mau membelikan perumahan yang dijual oleh pengusaha properti saya tidak mampu karena harganya ratusan juta pak,jadi saya bingung pak terkait kavling kami ini yang di beritakan salah satu media cetak Batam pos di Minggu yang lalu.tutup nya.

Sementara salah satu pemilik akun Facebook nama  inisial i , menunjukkan kekesalan nya lewat dunia Maya terhadap pemerintah kota Batam yang tidak memberikan kebijakan kepada warga miskin Di kota Batam, pemerintah hanya ingin memberikan lahan kepada pengusaha properti yang Dimana kurang bersahabat dengan perekonomian masyarakat miskin dikota ini, sementara saya juga mau membayar WTO sesuai yang di anggarkan oleh pemerintah, kenapa kami tidak di beri solusi apa karena kami tidak dapat bayar di depan seperti yang di berikan oleh para cukong,,?

Sementara pihak instansi terkait belum dapat dikonfirmasi oleh media ini hingga berita ini di terbitkan.

(G,S)