Kawasan Hutan Lindung Diduga di Perjual Belikan


jurnalmonitor.net Batam hutan lindung di kelurahan Kabil tepatnya berdekatan dengan tempat pembuangan akhir (TPA) di perjual belikan buat rumah liar (ruli) hingga 3,5 jt pertapak secara menyicil kepada seseorang yang mengaku sebagai pemilik lahan, Sabtu,13/07/2018 awak media ini mendatangi lokasi hutan lindung (HL) yang dijadikan hunian rumah liar (Ruli) dan konfirmasi kepada seseorang warga disana yang berinisial y beliau menuturkan kepada media ini kalau dia ragu dengan status lahan yang di beli mereka  dan dia menganggap klu lahan yang di tempatinya dianggap berstatus ruli,

Untuk Sekarang ini saya tidak mau bayar cicilan nya karena saya belum tau persis seperti apa legalitas nya, ungkapnya

Masih kata dia,kalau bapak sebagai wartawan bisa membantu kami untuk dapat mengetahui ke afsahan lahan ini mohon kami di bantu pak , pungkasnya,

Awak media ini mencoba konfirmasi kepada pihak pengelola inisial bt, lewat telepon selulernya beliau menjawab, kalau lokasi itu saya tidak tau dan pengelola nya ada disana pak Herman,bapak tanyakan kedia aja ya karena saya tidak tahu tentang itu,jawabnya,

Disaat media ini bertanyak dengan kepemilikan lahan tersebut beliau menjawab,kalau masalah lahan itu dulu saya yang punya tapi sekarang sudah milik hutan lindung tutupnya,

Di waktu yang sama awak media ini konfirmasi kepada salah seorang petinggi kehutanan kota Batam untuk menanyakan tentang lokasi tersebut apakah hutan lindung atau tidak lewat WhatsApp nya, beliau menjawab silahkan share dulu pak peta lokasinya (geoggle map) agar kami dapat tinjau kelokasi, tutupnya

Tapi hingga kini peninjauan dari dinas kehutanan kota Batam belum ada hingga berita ini di terbitkan,

Dan masyarakat keseluruhan yang menjadi konsumen untuk pembeli lahan ini masih ragu dengan apa yang akan terjadi ketika nanti rumah mereka bila di tertibkan oleh pihak kehutanan atau dinas terkait,

(G, Sirait)